Hukum Dan Rumus Sains

August 8, 2019 0 By eddye

Dunia pendidikan kini telah mengenal berbagai cabang disiplin ilmu yang banyak. Setiap cabang ilmu memilikii berbagai metode untuk membuktikan kebenarannya. Terdapat salah satu cabang ilmu yang kini sering kali disebut sains dan teknologi. Cabang ilmu ini meliputi matematika, fisika, kimia biologi astronomi dan tarunannya. Ciri khas dari cabang ilmu ini adalah memiliki suatu metode ilmiah untuk menentukan suatu permasalahan – persamaan serumpun sehingga dapat diterima oleh setiap orang dan setiap orang memiliki pemahaman yang sama tanpa argument yang mencerminkan pendapat pribadi. untuk membuktikannya, bidang saintek menggunakan rumus dan hukum ilmiah.

Beragam Rumus Dan Hukum Ilmiah

Hukum ilmiah juga disebut hukum sains. Yaitu suatu pernyataan di dalam dunia ilmu pengetahuan yang bermula dari sebuah hipotesa dan dibuktikan dengan percobaan yang menyangkut teori pada hipotesa. Berdasarkan percobaan tersebut akan dihasilkan rumus – rumus yang dapat digunakan untuk pemecah permasalahan. Berikut adalah berbagai hukum sains yang populer di dunia.

  1. Hukum Avogadro (1811)

Hukum avogadro berbunyi “ Jika 2 macam atau lebih gas sama volumenya, maka gas – gas tersebut sama banyak pula jumlah molekul – molekulnya masing – masing, dengan syarat temperatur dan tekanannya juga sama” . teori ini digunakan dalam bidang kimia sebagai acuan untuk mereaksikan gas – gas mulia seperti argon, Kripton dan xenon.

  1. Hukum Ohm (1825)

Hukum Ohm berbunyi “apabila arus listrik melalui suatu penghantar, maka kekuatan arusnya sebanding dengan tegangan listrik diantara kedua ujung penghantar namun berbanding terbalik dengan hambatannya. Hukum ini memiliki rumus V= I x R. Hukum ini digunakan untuk prinsip pembuatan adaptor charger handphone kita, transformator tegangan tinggi di pembangkit listrik serta hal – hal kelistrikan yang lain.

  1. Hukum Boyle – Gay Lussac (1802)

Hukum Bboyle berbunyi “ apabila volume gas diperkecil, maka tekanan gas tersebut membesar asalkan suhunya tetap, atau apabila volume gas di perbesar maka tekanan mengecil”. Hukum ini dapat di aplikasikan pada sistem balon udara yang masih menggunakan gas dan suhu untuk mengatur ketinggian.