Posted on: November 20, 2020 Posted by: eddye Comments: 0

Perdagangan valas adalah salah satu aktivitas paling berisiko. Tidak hanya trader pemula, trader profesional juga memiliki resiko yang sama. Perbedaannya adalah bahwa risiko bagi pedagang pemula dan pedagang profesional biasanya memiliki ujung yang berbeda. Mengutip dari trading forex perbedaan resiko diantara keduanya disebabkan oleh faktor yang berbeda seperti strategi dan teknik yang digunakan, trading plan yang dimiliki oleh kemampuan penerapan resiko dan manajemen modal. Manajemen risiko dalam perdagangan valas sendiri merupakan rasio risiko yang Anda ambil ketika memutuskan seberapa besar modal dan jumlah transaksi yang terlibat.

Apa yang harus dilakukan dalam manajemen risiko?
Dalam trading forex, ada banyak hal yang perlu Anda periksa, yaitu modal, jenis akun, ukuran lot, frekuensi, dan eksposur risiko. Ekuitas adalah jumlah nominal uang yang Anda investasikan di akun forex Anda. Jadi tipe akun adalah tipe akun yang Anda buka (bisa standar, mikro, mini, dll).

Ukuran lot adalah jumlah lot yang diperdagangkan. Jadi frekuensi adalah intensitas perdagangan Anda. Eksposur risiko adalah persentase modal yang berani Anda pertaruhkan pada setiap transaksi. Kontrol penuh Anda atas hal-hal di atas akan memungkinkan Anda mengukur dan meminimalkan risiko yang mungkin timbul setiap saat.

Manajemen rasio penghargaan risiko

Dalam perdagangan forex, Anda dapat dengan mudah bertaruh jika Anda tidak menggunakan analisis dan manajemen risiko yang tepat. Salah satu metode terbaik untuk mengelola risiko adalah dengan menerapkan RRR atau rasio penghargaan risiko. Dimana dalam hal ini dibuat perbandingan atau ditentukan antara resiko dan hasil yang diharapkan. Rasio yang biasa digunakan oleh para trader adalah 1: 3, 1: 2 atau bahkan 1: 1. Pada dasarnya penerapan RRR akan mengurangi kerugian di kemudian hari.

Tentukan rencana keluar

Menentukan posisi keluar akan mempengaruhi untung atau rugi yang Anda hasilkan. Selain menggunakan RRR, kamu juga harus bisa membidik secara mental. Ada 3 hal utama yang perlu Anda kuasai agar manajemen risiko dapat berjalan dengan baik, yaitu uang, pemikiran, dan metode. Jangan biarkan rasa takut membanjiri Anda dan pada akhirnya mengubah stop loss Anda. Jadi jangan biarkan keserakahan membebani Anda dan membuat Anda mengubah tujuan keuntungan Anda. Jadi atur trailing stop Anda dengan benar.

Strategi dan teknik aman dalam perdagangan Forex

Pada dasarnya ada 5 teknik yang bisa Anda gunakan sebagai bentuk manajemen risiko dalam trading forex. Kelima akan kita ulas beserta pengertiannya di bawah ini:

Hentikan Kerugian

Stop loss merupakan teknik manajemen risiko yang paling sederhana, dimana risiko yang diambil dibatasi pada jumlah poin yang telah ditentukan. Menggunakan stop loss sendiri juga tidak sulit, Anda hanya perlu menempatkan stop order di bawah harga jika Anda membeli atau di atas harga jika Anda menjual pesanan. Jadi, misalnya jika Anda membeli 120.00 GBP / JYP, Anda bisa menghentikan kerugian di 119.50, jadi jika harga turun tajam, Anda hanya akan kehilangan 50 poin.

Sudah punya

Oleh karena itu, pemesanan batas adalah teknik di mana Anda memesan posisi pada harga yang Anda tentukan sendiri. Jadi, misalnya jika Anda menentukan harga untuk memasuki posisi jual atau beli, maka harga tidak tercapai, Anda tidak akan mengalami kerugian dan pengeluaran. Anda juga harus tahu bahwa limit order berlaku hingga pasar New York tutup, pasar pada hari Jumat dan hingga limit dibatalkan.

Tutup atau blokir

Teknik selanjutnya adalah hedging atau locking, dimana teknik ini menghadirkan beberapa resiko karena Anda perlu menganalisa kapan waktu yang tepat untuk membuka hedge atau mengunci posisi. Biasanya trader yang tidak ingin rugi sama sekali cenderung memiliki teknik ini.

Jika Anda menggunakan teknik lindung nilai atau pemblokiran, Anda akan dikenakan biaya dan mengubah bunganya dua kali. Untuk ini, Anda juga harus mempertimbangkan kebutuhan dana tambahan tersebut.

Beralih

Sesuai dengan namanya yang artinya berubah arah. Teknik ini akan membantu Anda mengubah arah dengan menutup posisi kerugian (pengurangan kerugian) karena harga bergerak berlawanan dengan perkiraan Anda. Selanjutnya, teknik ini akan membuka posisi baru mengikuti pergerakan harga ke arah yang berlawanan. Harapannya profit yang didapat di posisi kedua bisa lebih tinggi dari posisi pertama.

Rata-rata

Nah, rata-rata itu sendiri adalah teknik penentuan posisi. Kemudian tambahkan lokasi yang sama dengan harga berbeda. Intinya jelas bahwa keuntungan yang didapat juga lebih besar. Namun sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan teknik ini, perlu Anda ketahui bahwa teknik sederhana membutuhkan modal yang tidak sedikit.

Leave a Comment