Pesona Wisata Gili Trawangan Yang Berada di Lombok

June 23, 2019 0 By eddye

Informasi lengkap tentang Gili Trawangan Lombok tampaknya melengkapi surga yang ditawarkan pulau Lombok kepada wisatawan di seluruh dunia. Pulau Lombok adalah tujuan penting bagi lebih banyak wisatawan asing dan domestik karena banyaknya keindahan alam dan budaya. Sebut saja salah satu gunung Rinjani yang terkenal untuk pecinta alam dan oendaki dunia. Pesona Pulau Lombok juga dilengkapi dengan kehadiran begitu banyak pulau kecil bernama Gili dengan pasir putih dan keindahan pantainya. Gili Trawangan adalah ribuan penyelaman di Pulau Lombok NTB. Pada artikel ini kami ingin membahas dan menjelaskan informasi lengkap tentang wisata Indonesia Gili Trawangan. Hingga anda bisa mendapatkan informasi lebih lanjut dan terbaru ketika anda memasukkan Gili Trawangan dalam daftar perjalanan Anda.

Salah satu keindahan lain yang ditawarkan adalah pulau Gili Trawangan, yang memiliki eksotisme luar biasa dengan laut dan budaya. Bahkan keindahan pantai di pulau ini tidak kalah dengan keindahan pantai di Bali. Gili Trawangan memiliki panjang 3 km dan lebar 2 km, lebar 2.954 meter, lebar 8º 20º – 8º 23 LS dan panjang 116º00º – 116º 08º BT. Gili Trawangan adalah pulau terbesar dari tiga pulau lainnya di atas pulau Lombok. Dua pulau kecil lainnya disebut menu Gili dan Gili Air. Berikut adalah beberapa informasi rinci tentang pulau yang penuh pesona, Gili Trawangan, yang dapat membantu Anda ketika Anda pergi ke sana.

Ada banyak versi yang mewakili sejarah Pulau Gili Trawangan. Tetapi beberapa bangunan tua di pulau ini tampaknya mencerminkan sejarah bekas pulau kolonial ini yang digunakan sebagai tempat persembunyian bagi para tahanan. Lebih dari 350 tahanan yang merupakan pemberontak diasingkan ke pulau ini. Para pemberontak adalah suku-suku asli dari Lombok yang ingin mempertahankan wilayah mereka yang disebut suku Sasak. Kemudian datang seseorang bernama Wak Sona dari suku kerajaan Mandar Balanipa (Sulawesi Selatan).

Dari Desa Jambianom Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Wak Sona kemudian pindah ke Gili Air dan membawa anak-anak dan cucu-cucu mereka ke Gili Trawangan, yang kemudian membuat suku dan aturan sendiri di pulau itu. Salah satu aturannya sendiri di pulau kecil ini adalah, hukuman berat untuk dua puluh. Dengan sanksi yang belum dilupakan seumur hidup.