Posted on: November 16, 2020 Posted by: eddye Comments: 0

Jika Anda bingung mencari strategi forex yang sederhana namun menguntungkan, mungkin strategi Stochastic Multi Timeframe bisa menjadi solusi untuk trading Anda. Teknik ini cukup mudah digunakan, karena Anda hanya perlu menggunakan petunjuk teknis. Dikutip dari analisa forex hari ini, Anda tidak perlu lagi khawatir untuk menganalisa pergerakan harga dalam trading forex. Bagi Anda yang masih belajar berbisnis, teknik ini bisa Anda gunakan dengan strategi scalping yang sederhana.

Trader, terutama pemula, jarang menggunakan indikator pada periode waktu yang berbeda. Meskipun teknik multi-kerangka waktu ini dapat memberi Anda gambaran besar tentang apa yang terjadi pada mata uang. Meski begitu, terkadang sinyal yang diberikan oleh Indikator Stochastic di tiap periodenya berbeda-beda. Namun ketika sinyal mengarah ke tujuan yang sama, disitulah open posisi bisa dianggap sangat tepat.

Dalam strategi stokastik berjangka banyak ini, Anda dapat menggunakan 3 periode waktu untuk analisis material yang akurat. Kali ini termasuk M15, H1 dan H4. Sebenarnya bisa juga menggunakan time frame 4 sampai 5, tapi jika waktunya terlalu banyak akan membingungkan anda dalam menentukan posisinya.

Menggunakan indikator stochastic sebenarnya sangat sederhana. Anda hanya perlu menyeret penunjuk ke kiri grafik metatrader ke grafik yang sedang terbuka. Setelah itu biarkan pengaturan default. Anda juga dapat mencoba pengaturan 5, 3, 3. Ini karena semakin kecil, semakin cepat juga sinyal. Petunjuk yang digunakan dalam strategi ini hanya stochastick karena akan lebih mudah dan mudah digunakan. Perlu Anda ketahui bahwa semakin sedikit indikator yang Anda gunakan, maka semakin mudah Anda menganalisis pergerakan harga dalam perdagangan forex.

Cara menganalisis dalam strategi ini juga cukup sederhana. Anda hanya perlu melihat Stochastic bagaimana melewati atau melaluinya. Jika crossing up berarti sinyal beli, sebaliknya jika crossing ke bawah berarti sinyal jual.

Ini cukup sederhana, tetapi Anda juga harus menyesuaikannya dengan sinyal di lain waktu. Strategi seperti ini hanya diterapkan sekali dalam strategi perdagangan pemula. Alasannya selain sederhana, strategi ini juga mudah jika digunakan untuk mempelajari cara menganalisa trading forex.

Selain metode tersebut, teknik yang dapat digunakan adalah analisis dengan menggunakan sistem analisis overbought dan oversold. Jika Stochastic telah melewati garis 80, maka itu sudah overbought dan Anda bisa bersiap untuk membuka posisi pendek. Namun jika melintasi garis 20 maka bisa disebut Oversold atau oversold yang artinya Anda harus mempersiapkan pembelian dengan menunggu konfirmasi dari Cross Stochastic terlebih dahulu.

Teknik lain untuk mempelajari analisis forex dengan Stochastic yang dapat Anda gunakan adalah strategi Divergent. Pada strategi yang berbeda sudah pedagang profesional. Strategi divergen ini banyak digunakan. Meskipun sinyal yang diberikan tidak 100% akurat, setidaknya hampir 100%.

Jadi, berikut adalah 3 teknik yang akan kita gabungkan dalam strategi Stochastic Multi Timeframe. Meskipun prinsipnya sama, diperlukan analisis tambahan di lain waktu. Hal tersebut dapat dilakukan untuk mengatasi kelemahan strategi stokastik dengan menggunakan teknik klasik seperti di atas.

Dalam aturan Strategi Multi Periodik, perlu untuk tetap memperhatikan Stochastic pada 3 periode waktu yaitu waktu M15 sebagai input, waktu H1 sebagai konfirmasi sinyal tren dan H sebagai sinyal kunci. Oleh karena itu, Anda dapat membuka posisi berdasarkan Stochastic pada waktu H dan H1. Sementara itu, Anda bisa mengeksekusi menggunakan sinyal stokastik pada waktu M15. Anda juga dapat membuka grafik dengan pengaturan stokastik yang sama dan mengubah rentang waktu dari waktu ke waktu jika Anda suka atau membuka 3 grafik sekaligus, terserah Anda.

Leave a Comment